LAPORAN PKL
SISTEM MOTOR
DI DEALER HONDA
CAHAYA MOTOR
SAKTI MOTOR
Disusun Oleh:
Marlon Kalvin Yumame
16062221
Laporan PKL
ini telah disetujui
oleh Dosen Pembimbing
PKL
di Yogyakarta
Ketua Program
Studi
Dosen Pembimbing PKL
HALAMAN
PENGESAHAN
SISTEM
PENJUALAN MOTOR DI
DEALER HONDA
CAHAYA SAKTI
MOTOR
Disusun Oleh:
Marlon Kalvin
Yumame
16062221
Telah
dipertanggungjawabkan dan di
terima
oleh
Tim Penguji pada tanggal
Ketua Program
Studi
Dosen Pembimbing PKL
Penguji
1.
2.
KATA PENGANTAR
dan syukur penulis
senantiasa panjatkan pada kehadirat
Tuhan yang Maha
Esa yang sudah melimpahkan
rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu melaksanakan PKL (Praktik
Kerja Lapangan) serta bisa menyelesaikan
laporannya tepat waktu dan tanpa adanya halangan yang berarti.
Laporan ini disusun
berdasarkan pengalaman penulis pada saat melakukakan
praktik di Honda
Cahaya Sakti Motor yang beralamat di Jalan Raya Kusumanegara
no 56, dimulai sejak tanggal
25 Oktober 2018
sampai dengan 22 November
2018.
Dalam penyusunan laporan
PKL ini penulis banyak mendapatkan
bantuan dari banyak pihak, maka dari itu penulis ingin mengucapkan rasa terima
kasih kepada:
Bapak Elwan selaku Manager
Honda Cahaya Sakti
Motor.
Bapak M. Budiantara,
SE,. M.SI,. Ak,.
CA selaku
dosen pembimbing.
Ibu Siti, S.Pd. selaku
General Manager Hotel Karang Asem.
Bapak Abdul, ST sebagai
guru pembimbing I.
Ibu Eny, sebagai guru
pembimbing II.
Serta berbagai pihak yang
terkait yang sudah banyak membantu dalam pelaksanaan PKL dan menyelesaikan laporan ini.
Penulis sadar bahwa
laporan ini tidak sempurna, seperti kata pepatah “Tak ada gading yang tak
retak” begitu pula dalam penulisan laporan ini, jika nantinya terdapat
kekeliruan di dalamnya, penulis sangat mengharapkan saran dan kritiknya.
Akhir kata semoga laporan
PKL ini dapat memberikan banyak manfaat bagi
semuanya, Aamiinn.
Yogyakarta, 22/11/2018
Marlon Kalvin Yumame
DAFTAR ISI
HAL
HALAMAN JUDUL.......................................................................................................... i
LEMBAR
PENGESAHAN................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR......................................................................................................... iii
DAFTAR
ISI.......................................................................................................................
v
1.1 Latar
Belakang Masalah............................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah.......................................................................................................... 2
1.3 Batasan
Masalah............................................................................................................. 3
1.4 Tujuan
Praktik Kerja Lapangan
(PKL)........................................................................ 4
1.5 Manfaat
Praktik Kerja Lapangan
(PKL)...................................................................... 5
BAB I
PENDAHULUAN
I.1.
Latar Belakang Masalah
Salah satu pemecahan masalah
untuk menjawab tantangan
perkembangan jaman sekarang ini agar dapat hidup adalah
mendirikan sebuah usaha. Bidang
usaha yang bisa digeluti
pun bermacam-macam. Dalam menjalankan sebuah usaha,
tentunya kita harus mempunyai
tujuan tertentu yang akan
dicapai yaitu
bagaimana usaha kita
dapat terus berjalan dan berkembang
sehingga mendapatkan keuntungan daya beli
mereka. Dalam perusahaan yang
berkonsentrasi pada pasar,
perusahaan harus mengetahui apakah
yang diinginkan oleh konsumen
yang memuaskan. Tujuan perusahaan
umumnya ada 3 (tiga)
yaitu mencapai tujuan volume
penjualan tertentu,
mendapatkan laba tertentu dan menunjang
pertumbuhan perusahaan.
Untuk mencapai tujuan
tersebut perusahaan harus dapat
menilai kebutuhan
konsumen dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan mereka
dengan sebaigaimana mungkin sehingga kebutuhan konsumen dapat tercapai dan perusahaan juga dapat
berjalan terus dengan
mendapat keuntungan
yang memuaskan.
Kehadiran Dealer
Honda Cahaya Sakti
Motor sebagai dealer
resmi Honda diharapkan dapat membantu
konsumen dalam memilih
alat transportasi khususnya sepeda
motor merek Honda
yang sesuai dengan daya beli
dan kebutuhan
konsumen. Harga sepada motor relative
tinggi sehingga banyak
dari konsumen yang
tidak mampu membeli secara tunai,
sehingga Dealer
Cahaya Sakti Motor
memberikan pelayanan penjualan secara tunai,
juga melayani penjualan secara kredit
dan penjualan secara leasing. Dengan pelayanan
penjualan tunai, kredit dan
leasing ini diharapkan
tingkat penjualan Cahaya
Sakti Motor dapat mengalami peningkatan penjualan yang lebih
besar lagi.
Untuk mendapatkan
gambaran yang lebih
jelas mengenai kegiatan
penjualan sepeda motor yang dilakukan
Dealer Cahaya Sakti Motor,
maka penulis mengambil judul sebagai
berikut dibawah ini.
‘’ SISTEM
PENJUALAN MOTOR DI
DEALER HONDA CAHAYA SAKTI
MOTOR
I.2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
yang telah penulis
kemukakan, maka dapat diketahui jika Dealer
Cahaya Sakti Motor menggunakan tiga sistem
penjualan yaitu penjualan
tunai, penjualan dengan cara
kredit dan penjualan
secara leasing. Dengan demikian,
masalah yang dapat dirumuskan
adalah bagaimanakah evaluasi sistem penjualan
antara sistem penjualan secara tunai, penjualan secara kredit dan penjualan
secara
leasing Dealer Honda
Cahaya Sakti Motor
tahun 2018?
I.3.
Batasan Masalah
Selama saya melakukan PKL di Dealer
Honda Cahaya Sakti
Motor , materi yang diberikan pembimbing cukup banyak, namun semua
materi tidak dapat sepenuhnya di bahas karna
ada kerbatasan waktu dan
pengetahuan, Oleh sebab itu
dalam laporan pelaksanaan
PKL ini saya hanya akan
membahas tentang “ Sistem Penjualan
Motor.
I.4.
Tujuan Praktik Kerja
Lapangan (PKL)
Tujuan PKL ini adalah untuk
mengetahui sistem penjualan
antara sistem penjualan secara
tunai, penjualan secara kredit dan
penjualan secara
leasing Dealer Honda
Cahaya Sakti Motor.
I.5.
Manfaat Kerja Lapangan
(PKL)
Hasil dari PKL ini diharapkan
dapat bermanfaat sebagai
berikut.
1. Bagi penulis, dapat menambah
pengetahuan dan wawasan
untuk menerapkan teori yang diperoleh
selama mengikuti perkuliahan
serta sebagai dasar penyusunan
PKL yang merupakan
syarat wajib untuk
Mahasiswatahap akhir Fakultas Ekonomi Universita
Mercu Buana Yogyakarta
2. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan
bantuan dan sumbangan suatu
pemikiran bagi Dealer
Honda Cahaya Sakti
Motor dalam menentukan kebijakan
terbaik bagi pelanggan dalam melakukan penjualan
sistem tunai, penjualan dengan sistem kredit maupun
penjualan secara leasing.
3. Bagi peneliti lain, sebagai sumber informasi bagi
kelengkapan suatu penelitian yang akan datang.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pemasaran
Pemasaran merupakan
salah satu faktor
penting yang mempengaruhi perkembangan suatu
perusahaan. Pengertian Pemasaran,
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari
kegiatan usaha yang ditujukan
untuk
merencanakan, menentukan
harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang
dan jasa yang
dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang
ada maupun pembeli
potensial. (William J. Stanton
dalam Swastha, 1990: 5).
B.
Penjualan
Swastha (1998: 9) mengartikan
penjualan sebagai “Proses
pertukaran barang dan jasa antara
penjual dan
pembeli”. Jadi dengan
adanya penjualan dapat tercipta suatu
proses atau transaksi
pertukaran barang dan jasa
antara penjual dan pembeli. Banyak orang yang
mengartikan penjualan sama dengan pemasaran,
namun kedua istilah tersebut mempunyai arti yang
berbeda. Perbedaanya
adalah penjualan merupakan bagian dari
promosi, sedang promosi
adalah satu bagian
dari program pemasaran secara keseluruhan. ( Swastha, 1999: 9). Dalam suatu proses
penjualan terdapat tiga
tujuan utama yang diinginkan
atau diharapkan oleh penjual
yaitu sebagai berikut. (Swastha, 1990: 404-405)
1. Mencapai Volume Penjualan Setiap penjual menginginkan produk yang ditawarkan laku, sehingga diperlukan tenaga penjual yang handal
untuk mencapai target dari
volume penjualan yang diharapkan.
2. Mendapatkan Laba Tertentu
Tujuan utama dari suatu
perusahaan adalah untuk mendapatkan laba, diharapkan dengan meningkatnya
volume penjualan akan diperoleh
hasil yang cukup
untuk menutup biaya produksi dan laba yang
diharapkan.
3. Menunjang Pertumbuhan
Perusahaan Dengan meningkatnya laba, akan
menambah modal perusahaan sehingga pertumbuhan
perusahaan dapat ditingkatkan. Suatu kegiatan penjualan pada kenyataanya dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Menurut Swastha (1990, 406-408), yaitu:
a. Kondisi dan kemampuan
penjual Transaksi jual beli atau pemindahan
hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya
melibatkan dua pihak, yaitu
penjual sebagai pihak pertama
dan pembeli sebagai pihak kedua.
Disini penjual harus dapat meyakinkan kepada pembelinya agar dapat
berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan Untuk maksud tersebut
penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan yaitu:
a. Jenis dan karateristik
barang yang ditawarkan
b. Harga Produk
c. Syarat penjualan, seperti: pembayaran, pelayanan purna garansi
dan sebagainya
2. Kondisi Pasar
Pasar sebagai kelompok pembeli atau pihak yang
menjadi sasaran dalam penjualan,
dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualanya. Adapun faktor-faktor
kondisi pasar yang perlu
diperhatikan adalah:
a. Jenis pasarnya
1) Pasar Konsumen adalah pasar
yang menyediakan semua kebutuhan
konsumen.
2) Pasar Industri adalah pasar
produsen yang terdiri
dari perorangan dan organisasi
yang memerlukan barang dan
jasa untuk diproduksikan
menjadi barang dan jasa dalam bentuk lain dan
kemudian
dijual kepada pihak
lain.
3) Pasar Penjual adalah pasar
yang berdiri dari beberapa
4) Pasar Pemerintah adalah pasar yang disediakan untuk jual
beli aset-aset Negara.
5) Pasar Intenasional adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan
antara negara satu dengan negara yang lain atau
perusahaan dari negara satu
dengan konsumen atauperusahaan negara lain.
b. Kelompok Pembeli atau
segmen pasarnya
c. Daya belinya
d. Frekuensi pembeliannya
e. Keinginan dan kebutuhan
C. Jenis-jenis Penjualan
1. Penjualan tunai
Penjualan tunai menurut
Mulyadi (1997: 457), adalah penjualan yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang
lebih dahulu sebelum barang diserahkan
oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima oleh perusahaan, barang kemudian 12 diserahkan
kepada pembeli
dan transaksi penjualan tunai dicatat
oleh perusahaan. Berikut kelebihan dan kekurangan penjualan tunai:
a. Kelebihan Penjualan
Tunai
1) Perusahaan langsung mendapatkan keuntungan dari selisih
Harga per uni
t yaitu selisih harga jual dan
harga beli
2) Perusahaan langsung menerima uang kas dari pembeli
(fress money)
3) Resiko keuangan yang macet
tidak ada.
b. Kekurangan Penjualan Tunai
1) Volume penjualan relatif rendah
2) Laba perusahaan menjadi turun
2. Penjualan Kredit
Penjualan kredit menurut Mulyadi (1997: 212), adalah penjualan yang dilaksanakan
oleh perusahaan dengan cara mengirimkan barang sesuai
dengan order yang
diterima dari pembeli dan untuk
jangka waktu tertentu
perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut. Berikut kelebihan dan kekurangan
penjualan kredit:
a. Kelebihan Penjualan Kredit
1) Perusahaan memperoleh laba yang lebih
banyak. Selain selisih
dari harga per
unit juga dar i pendapatan bunga
2) Laba perusahaan menjadi naik.
b. Kekurangan Penjualan Kredit
1) Bad debt lebih tinggi.
2) Biaya yang timbul
semakin besar.
3) Adanya resiko
kredit macet yaitu disebabkan oleh pembeli
yang tidak biasa membayar sisa hutang
karena alasan tertentu.
3. Leasing
Pengertian leasing menurut forum positif
(April,2009), yaitu leasing atau sewa-guna-usaha
adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk
penyediaan barang-barang modal untuk
digunakan oleh suatu
perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak
pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu
leasing berdasarkan nilai sisa
uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal
dengan jalan sewa beli untuk dapat
langsung digunakan berproduksi, yang dapat
diangsur setiap bulan, triwulan
atau enam bulan
sekali kepada pihak
lessor. Pengertian leasing menurut surat keputusan
bersama menteri keuangan dan Menteri
Perdagangan dan Industri Republik Indonesia
No. KEP- 122/MK/IV/2/1974, dan Nomor 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 adalah: Setiap kegiatan pembiayaan
perusahaan dalam bentuk penyediaan barang–barang modal untuk digunakan
oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu
tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak
pilih bagi perusahaan
tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu
leasing berdasarkan nilai sisa uang telah disepakati
bersama.
Elemen-elemen leasing:
1. Pembiayaan perusahaan
2. Penyediaan barang-barang modal
3. Jangka waktu tertentu
4. Pembayaran secara berkala
5. Adanya hak pilih
(option right)
6. Adanya nilai sisa yang disepakat i bersama.
7. Adanya pihak lessor
8. Adanya pihak lesse
Keuntungan Leasing sebagai berikut:
1. Fleksibel, artinya struktur
kontrak dapat disesuaikan
dengan
kebutuhan perusahaan yaitu besarnya pembayaran atau
periode lease dapat diatur
sedemikian rupa sesuai dengan kondisi
perusahaan.
2. Tidak diperlukan jaminan karena hak
kepemilikan sah atasaktiva yang di
lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh aktiva yang dilease sudah merupakan
jaminan bagi leaseitu sendiri.
3. Capital saving, yaitu tidak menyediakan
dana besar, maksimum hanya menyediakan
uang muka yang jumlahnya
tidak terlalu besar, jadi
dalam hal ini
bisa dikatakan menjadi suatu penghematan modal bagi
lessee, yaitu lessee dapat menggunakan modal yang tersedia untuk keperluan
lain. Karena leasing umumnya membiayai 100% modal yang dibutuhkan.
4. Cepat dalam pelayanan, artinya secara prosedur leasing lebih sederhana
dan relatif lebih cepat dalam merealisasipembiayaan
5. Pembayaran angsuran lease diperlakukan sebagai biaya operasional,
artinya pembayaran lease langsung
dihitung sebagai biaya dalam penentuan
laba rugi perusahaan.
6. Sebagai pelindung terhadap inflasi, artinya terhindar dari resiko penurunan
nilai uang yang disebabkan oleh inflasi.
7. Adanya hak obsi bagi
lessee pada akhir masa lease.
8. Adanya kepastian hukum, artinya suatu perjanjian
leasing tidakdapat dibatalkan dalam keadaan keuangan umum yangs angat sulit, sehingga dalam keadaan
keuangan atau moneter yang sesulit
apapun perjanjian leasing tetap berlaku.
METOADE
PENGAMATAN
A. Obyek
Praktik Kerja Lapangan
Sejarah Berdirinya
PT. Cahaya Sakti
Motor adalah sebuah dealer yang
melayani jual beli kendaraan bermotor merk
Honda. Penjualan kendaraan yang baru ini dealer PT. Cahaya Sakti
Motor menjual secara langsung kepada konsumen karena
dealer PT Cahaya Sakti Motor merupakan dealer resmi kendaraan bermotor yang
bermerk Honda.
B.
Populasi dan sampel dari
obyek Praktik Kerja
Lapangan
Pengambilan sampel
dalam penelitian ini
menggunakan teknik Random Sampling, yaitu
teknik pengambilan sampel
secara acak tanpa memperhatikan tingkatan yang ada
dalam populasi. Populasi dalam
penelitian ini adalah
orang yang membeli
motor di dielar.
yang berjumlah 350 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan metode Slovin
Tabel I.1
: Tabel populasi
dan sampel dalam
penelitian
|
NO
|
Jenis
Populasi
|
Populasi
|
Sampel
|
Persentase
|
|
1
|
Pembeli di
Dealer Honda
Cahaya Sakti
Motor di kota Yogyakarta
|
350
|
78
|
100%
|
|
|
Jumlah
|
350
|
78
|
|
Sumber : Dealer Honda Cahaya Sakti
Motor
Berdasarkan tabel di atas
dapat diketahui bahwa yang menjadi populasi
Adalah pembeli
Motor di Dealer
Cahaya Sakti Motor yang
berjumlah 350 orang dengan jumlah
sampel 78 orang.
.
OBYEK
PRAKTIK KERJA LAPANGAN
A.
Permasalahan Obyek PKL
Wawancara dengan infoprman
terkait permasalahan yang dialami dalam menempuh Praktik Kerja Lapangan
menunjukkan bahwa terdapat
dua permasalahan terkait Praktik Kerja Lapangan.
Permasalahan tersebut secara lengkap disajikan dalam tabel berikut:
Tabel
I.2 : Tabel permasalahan Obyek
yang di alami
mahasiswa
|
Permasalahan dalam
pengajuan PKL
|
Permasalahan dalam
pelaksanaan PKL
|
|
|
Kurangnya
pembekalan atau orientasi
kesulitan mencari
instasi
|
|
B.
Analisis Data
Penulisan melakukan pengambilan data dari berbagai cara, hal ini
dilakukan untuk memperoleh data dan
fakta yang ada
pada
PT Dealer Cahaya Sakti
Motor, untuk memperoleh data dan fakta yang dibutuhkan penulis adalah:
1. Library Research, diperoleh dengan cara
mengumpulkan data dan mempelajari
buku-buku yang terkait
dengan laporan ini.
2. Field Research, diperoleh dengan cara
berdasarkan keterangan langsung dari perusahaan
yang menjadi objek penelitian yaitu:
a. Observasi, yaitu dengan jalan mengadakan
Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan
peninjauan langsung terhadap kegiatan usaha perusahaan
pada devisi teknik
dan penjualan.
b. Interview, yaitu mengadakan wawancara tentang hal yang sangat hubungan dengan laporan ini kepada pihak perusahaan.
c. Pencatatan data, yaitu mengumpulkan data yang
berhubungan dengan data penulisan laporan ini.
d. Praktek Kerja Lapangan
(PKL), yaitu melakukan praktek kerja lapangan pada Dealer
Cahaya Sakti Motor
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Setelah melakukakan
kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini, sangat
banyak ilmu dan
pengetahuan yang kami
dapatkan. Jika di
kampus mengajarkan bermacam-macam teori kejuruan, maka
di PKL , teori
itu akan digunakan
sebagai dasar dalam
melaksanakan suatu kegiatan
(Praktek). Pada intinya, kegiatan
PKL sangat berguna
untuk mengebangkan apa
yang di ajarkan di
kampus. PKL bisa di
sebut sebagai pelengkap dalam
proses pematangan atau
pemantapan kelak saat sudah
berkecimpun