Selasa, 08 November 2011

Ciri sikap orang yang sudah dewasa


Menjadi seorang yang dewasa membutuhkan sebuah proses pendesaan yang matang.Orang yang sudah dewasa memiliki banyak kelebihan daripada seorang yang masih labil dari jati dirinya sendiri.Menjadi dewasa bukanlah pilihan tetapi keharusan untuk hidup lebih baik dari sebelumya.Ciri-ciri orang dewasa dapat diketahui yaitu,
  1. Selalu bertanggung jawab atas apa yang diperbuat
  2. Mampu menghadapi tantangan dengan baik meskipun gagal tetapi tidak menyerah
  3. Dapat bersyukur dimasa-masa sulit,biasanya orang yang masih labil akan sulit bersyukur dimasa-masa sulit yang ada malah memberontak
  4. Dapat mengubah kekurangan menjadi kelebihan.Tentunya hal ini diawali dari sikap bersyukur terlebih dahulu
  5. Memberikan yang terbaik sangat melakukan tindakan
  6. Dapat berpikir bijak walaupun di situasi sulit
  7. Dapat mengontrol amarah saat ada sesuatu yang menyakitkan hati
  8. Tidak gegabah dan selalu berpikir matang sebelum bertindak
  9. Dapat memanfaatkan situasi untuk hasil yang lebih baik
  10. Memiliki prinsip hidup yang kuat
Dari 10 ciri-ciri diatas,sudah berapa ciri-ciri yang menyerupai kehidupan anda?
Jika ada 5 ciri-ciri diatas dalam diri anda,berarti anda sudah dewasa.Tetapi bila belum ada 5 dari ciri-ciri diatas,berarti anda belum dewasa.Be smart . .
Indonesia butuh banyak orang yang berpikir dewasa untuk membuat negara semakin maju !! :)

Rabu, 19 Oktober 2011

Kisah yang sangat memiluhkan.

KISAH YANG SANGAT MEMILUKAN!

Anak perempuan kecil yang malang ini memberitahuka
n ibunya,"Mama, aku baru saja melukis memakai lipstik mama".

Ibunya yang mendengar hal itu lalu melihat lipstik mahal yang baru saja dibelinya telah tinggal setengah dan wajah dan tangan dan baju anak perempuan telah belepotan dengan lipstik tersebut. Dengan sangat marah, ibu itu mengamuk dan memukuli anak perempuan kecil yang malang tersebut tanpa menghiraukan tangisan dan jeritan dari mulut kecilnya.

Kemudian setelah berhasil melampiaskan emosinya, ibu ini baru sadar kalau anak perempuannya sudah gak bergerak lagi. Ia pun menguncangkan tubuh anaknya sambil menangis dan memohon agar anak perempuannya membuka matanya.

Tapi terlambat,..... jantung anak perempuan itu telah berhenti berdetak.
Dan saat sang ibu melihat ke seprei tempat tidur anaknya, disitu tertulis sebuah tulisan dengan tinta lipstik merah yang tertulis: "Mama, aku sangat mencintaimu".


Senin, 12 September 2011

Cerita Indah.


Pertama aku mengenalMu, pertama kali saat, aku pun jatuh cinta
dan saat itu aku, masi malu untuk bertanya lebih lagi tentang diriMu
dan saat pertama aku melihatMu di suatu acara di, situ aku jadi kagum kepada, diriMu. tapi pada saat itu aku pulang aku masi tetap memikirkan diriMu.

dan di saat Aku mengajakMu jalan-jalan dan nonton di situ aku, Pun merasa kesamaan yang sama, dan kamu bilang datang Pun aku, datang untukMu cuma ingin melihat dan mengenal DiriMu lebih, lagi dan di saat kamu berangkat Akupun selalu menghubungi diriMu, dan samapi semua baik sampai hari ini.
                  Sayang Yana Kawat Mawattt.
                  
                  Tunggu cerita kita selanjutNya.

Minggu, 28 Agustus 2011

Kisah Nyata - Kebesaran Jiwa Seorang Ibu

Sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya

Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.

Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor
senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.

Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini
betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya
kalau tidak ada keperluan penting.

Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan
pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur,
cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada
anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.
Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.

Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh
sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.

Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah.

Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil.
Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.

Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.

Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran
usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan.
Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.

Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik. Ketika membaca kisah ini di media cetak, saya sempat menangis karena tidak sempat bersujud di hadapan mamaku. Mamaku telah meninggal 3 th lebih saat itu.

Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu ya.

Rabu, 17 Agustus 2011

AmpuniLah Kesalahan Orang Lain.

Matius 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;


Kita seringkali berlaku egois terhadap sesama dan kepada Tuhan. Di satu sisi, kita menginginkan agar Tuhan mengampuni diri kita dan Dia mau menerima kita apa adanya. Tetapi di sisi lain, kita tidak mau mengampuni orang lain dan tidak mau menerima orang tersebut apa adanya. Keegoisan ini yang sering menjadi batu sandungan bagi kita untuk dapat melangkah maju bersama dengan Tuhan.


Kita mungkin berkata bahwa kita tidak mungkin memaafkan dan mengampuni tetangga sebelah rumah yang telah menghancurkan kehidupan kita. Kita mungkin berkata bahwa tidak mungkin menerima orang yang telah menghancurkan masa depan kehidupan kita. kita juga mungkin berkata bahwa kita tidak bisa memaafkan orang tua yang telah menyia-nyiakan kehidupan kita sejak kecil. Dan kita mungkin berkata bahwa tidak mungkin bisa memaafkan istri atau suami yang telah berselingkuh dan lain sebagainya.


Apabila kita bersikap demikian yang tidak mau mengampuni, maka seharusnya juga kita bercermin diri bahwa Tuhan yang maha mengetahui itu tidak akan mau juga mengampuni kita. Ini adalah acuan kita di dalam meminta pengampunan kepada Tuhan. Kalau kita mau mengampuni, maka Tuhan yang adalah maha pengampunan akan memberi pengampunan kepada kita. Sebaliknya, apabila kita tidak mau mengampuni maka Tuhan juga tidak akan mengampuni kita. Tuhan akan berkata, bagaimana mungkin kita bisa berdamai dengan Tuhan yang tidak kelihatan apabila dengan sesama yang kelihatan saja kita tidak dapat berdamai dan saling memberi pengampunan? Berilah pengampunan, maka Tuhan akan memberikan pengampunan. Sebenarnya pengampunan itu telah ada tersedia bagi kita, namun semuanya itu tidak akan dapat diterima dan akan terganjal apabila masih ada kepahitan, dendam, dan ketidakrelaan dalam kehidupan kita. Berilah dan kamu akan diberi (Luk 6:38). Sulit? Coba lakukan dan buktikan sendiri, maka kasih karunia Tuhan akan melingkupimu. Terpujilah nama Tuhan. Amin.

Jumat, 22 Juli 2011

PERGUNAKANLAH KATA-KATA YANG MEMBANGUN

oleh YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN pada 03 Juli 2011 jam 14:59
Yakobus 3:9-10  Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Bapa, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Perkataan-perkataan yang keluar dari mulut umat Tuhan seharunya adalah perkataan berkat yang dapat membahagiakan orang lain. Kenapa? Karena dari mulut umat Tuhan yang selalu keluar adalah pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Mulut dapat diibaratkan seperti sumber mata air yang hanya mengeluarkan air yang pahit atau air yang tawar. Tidak ada sumber mata air yang memancarkan dua rasa air yang berbeda (Yakobus 3:11).

Tetapi yang sering terjadi di dalam kehidupan umat Tuhan adalah adanya sikap hidup yang tidak memberkati orang lain. Di  dalam kumpulan orang percaya di gereja atau persekutuan, mulut kita pakai untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Kita memberkati satu sama lain dengan mengatakan : ”Tuhan Yesus memberkati”. Namun ketika keluar dari himpunan orang percaya dan bergaul dengan orang yang belum percaya, yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata kotor dan kutuk yang tidak memuliakan nama Tuhan.

Kita harus memahami bahwa mulut harus mengeluarkan hanya satu rasa air yaitu pahit atau tawar. Kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan, maka mulut kita dipakai untuk memberkati orang lain dengan mengeluarkan perkataan yang membangun. Setiap perkataan yang keluar adalah berkat dan bukan kutuk. Kalau perkataan yang dikeluarkan adalah kutuk, caci maki, nama-nama binatang, umpatan dan lain sebagainya, maka orang akan melihat dan menilai bahwa kelakuan anak Tuhan adalah memang demikian. Ini tidak bisa terjadi. Tuhan menginginkan agar kita bisa menjadi berkat dimanapun kita berada baik melalui perbuatan maupun melalui perkataan. Bertutur kata yang sopan dapat membuat orang menjadi begitu penting sehingga mereka segera bertanya mengenai keberadaan kita. Mari agar kita selalu mempergunakan kata-kata yang dapat membangun seseorang kepada siapapun sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (04072011)